surat untuk malaikat-malaikat tak terlihat


Aku masih menyimpan rasa ini sama kamu. Sekalipun kamu tidak pernah tahu. Entah sejak kapan rasa seperti ini muncul, sepertinya sudah sejak lama, saat pertama kamu tiba-tiba muncul dalam hidupku.

Kamu tidak pernah terganti, berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun... Aku tetap menempatkanmu pada jiwa terdalamku. Apa hebatnya kamu ? Aku tidak bisa menjawabnya. Kamu adalah kamu, yang membuat aku merasa sesak setiap malam karena memikirkanmu.

Aku melakukan apapun buat kamu. Kamu sahabatku, terindah untukku. Apa yang membuatku bertahan selama ini ? Meski aku tahu, dia sudah memenangkan hatimu.

Ada yang lucu, mungkin. Suatu malam sehabis kamu curhat tentang dia, berjam-jam kamu menangis. Kamu bilang padaku, kamu sangat mencintai dia. Kamu bilang padaku, dia sering menyakiti kamu walaupun dia juga sangat mencintai kamu. Aku berbicara seperlunya saja, karena aku tahu, kamu hanya butuh telingaku. Jam 3 pagi, kamu mulai tenang dan menutup telepon, tanpa mengucapkan terima kasih.
Dan setelah kamu terlelap di sana, aku menangis. Hampir aku tidak percaya, aku menangis setelah bertahun-tahun aku memendam semuanya sendiri, dan aku tidak pernah mengeluh sekalipun.

Seandainya ada elemen kehidupan yang berpihak padaku, aku ingin kamu memilihku. Aku tidak akan menyakitimu seperti dia. Tapi, kamu tidak pernah menyadari itu. Semua kulakukan untuk kamu. Kamu sahabatku, terindah untukku. Tidak terganti meski beberapa laki-laki datang menawarkan cinta. Hatiku tidak pernah terbuka untuk mereka. Ada kamu yang mengunci hatiku.

Inikah cinta buta ? Meski disakiti, dimanfaatkan, dibuang, aku masih saja cinta kamu...

0 komentar: